<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Johnpetteruddin's Weblog</title>
	<atom:link href="http://learnthemusic.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://learnthemusic.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 20 Feb 2008 07:13:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='learnthemusic.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Johnpetteruddin's Weblog</title>
		<link>http://learnthemusic.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://learnthemusic.wordpress.com/osd.xml" title="Johnpetteruddin&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://learnthemusic.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Teory Of Music</title>
		<link>http://learnthemusic.wordpress.com/2008/02/01/teory-of-music/</link>
		<comments>http://learnthemusic.wordpress.com/2008/02/01/teory-of-music/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Feb 2008 04:13:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>johnpetteruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://learnthemusic.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[hello world&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..!!! how are you this time? masih bingug dengan masalah anda yang mengikuti jejak anda setiap hari? jangan bingung dong!!!!!!!!!!!!!!!!! refreshing aja dengan musik yang mungkin bisa menenangkan hati dan pikiran anda&#8230;&#8230; dalam suatu penelitian,di buktikan bahwa music dapat membuat otak kita mengikuti gelombang frekuensi yang di keluarkan oleh musik yang kita dengar. efeknya,otak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=learnthemusic.wordpress.com&amp;blog=2612281&amp;post=3&amp;subd=learnthemusic&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>hello world&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..!!!</p>
<p>how are you this time?</p>
<p>masih bingug dengan masalah anda yang mengikuti jejak anda setiap hari? jangan bingung dong!!!!!!!!!!!!!!!!!</p>
<p>refreshing aja dengan musik yang mungkin bisa menenangkan hati dan pikiran anda&#8230;&#8230;</p>
<p>dalam suatu penelitian,di buktikan bahwa <i>music </i>dapat membuat otak kita mengikuti gelombang frekuensi yang di keluarkan oleh musik yang kita dengar. efeknya,otak kita yang dalam keadaan apapun dapat menjadi relax,tenang dan menjadi segar kembali.</p>
<p>ngomong-ngomong tentang musik,yuk kita belajar sedikit tentang musik yang ada di dunia ini melalui internet&#8230;&#8230;.</p>
<p><b> The Part Of music (The Music Live)</b></p>
<p><b>Teori musik</b> merupakan cabang ilmu yang menjelaskan unsur-unsur <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Musik" title="Musik">musik</a>. Cabang ilmu ini mencakup pengembangan dan penerapan metode untuk menganalisis maupun menggubah musik, dan keterkaitan antara <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Notasi_musik" title="Notasi musik">notasi musik</a> dan pembawaan musik.</p>
<p>Hal-hal yang dipelajari dalam teori musik mencakup misalnya <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Suara" title="Suara">suara</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nada" title="Nada">nada</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ritme&amp;action=edit" title="Ritme" class="new">ritme</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Melodi&amp;action=edit" title="Melodi" class="new">melodi</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Harmoni_%28musik%29&amp;action=edit" title="Harmoni (musik)" class="new">harmoni</a>, dan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Notasi_musik" title="Notasi musik">notasi</a>,</p>
<h2><span class="mw-headline">Suara</span></h2>
<p>Teori musik menjelaskan bagaimana <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Suara" title="Suara">suara</a> dinotasikan atau dituliskan dan bagaimana suara tersebut ditangkap dalam benak pendengarnya. Dalam musik, gelombang suara biasanya dibahas tidak dalam <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Panjang_gelombang" title="Panjang gelombang">panjang gelombangnya</a> maupun <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Periode&amp;action=edit" title="Periode" class="new">periodenya</a>, melainkan dalam <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Frekuensi" title="Frekuensi">frekuensinya</a>. Aspek-aspek dasar suara dalam musik biasanya dijelaskan dalam <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tinggi_nada" title="Tinggi nada">tala</a> (<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Inggris" title="Bahasa Inggris">Inggris</a>: <i>pitch</i>, yaitu tinggi nada), durasi (berapa lama suara ada), <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Intensitas_suara&amp;action=edit" title="Intensitas suara" class="new">intensitas</a>, dan <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Timbre&amp;action=edit" title="Timbre" class="new">timbre</a> (warna bunyi).</p>
<h2><span class="mw-headline">Nada</span></h2>
<p>Suara dapat dibagi-bagi ke dalam <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nada" title="Nada">nada</a> yang memiliki <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tinggi_nada" title="Tinggi nada">tinggi nada atau tala</a> tertentu menurut frekuensinya ataupun menurut jarak relatif tinggi nada tersebut terhadap tinggi nada patokan. Perbedaan tala antara dua nada disebut sebagai <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Interval_%28musik%29" title="Interval (musik)">interval</a>. Nada dapat diatur dalam <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tangga_nada" title="Tangga nada">tangga nada</a> yang berbeda-beda. Tangga nada yang paling lazim adalah <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tangga_nada_mayor" title="Tangga nada mayor">tangga nada mayor</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tangga_nada_minor" title="Tangga nada minor">tangga nada minor</a>, dan <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tangga_nada_pentatonik&amp;action=edit" title="Tangga nada pentatonik" class="new">tangga nada pentatonik</a>. <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nada_dasar&amp;action=edit" title="Nada dasar" class="new">Nada dasar</a> suatu karya musik menentukan frekuensi tiap nada dalam karya tersebut.</p>
<h2><span class="mw-headline">Ritme</span></h2>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ritme&amp;action=edit" title="Ritme" class="new">Ritme</a> adalah pengaturan bunyi dalam <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Waktu" title="Waktu">waktu</a>. <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Birama&amp;action=edit" title="Birama" class="new">Birama</a> merupakan pembagian kelompok ketukan dalam waktu. <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tanda_birama&amp;action=edit" title="Tanda birama" class="new">Tanda birama</a> menunjukkan jumlah ketukan dalam birama dan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Not" title="Not">not</a> mana yang dihitung dan dianggap sebagai satu ketukan. Nada-nada tertentu dapat diaksentuasi dengan pemberian tekanan (dan pembedaan durasi).</p>
<h2><span class="mw-headline">Melodi</span></h2>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Melodi&amp;action=edit" title="Melodi" class="new">Melodi</a> adalah serangkaian nada dalam waktu. Rangkaian tersebut dapat dibunyikan sendirian, yaitu tanpa iringan, atau dapat merupakan bagian dari rangkaian <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Akord" title="Akord">akord</a> dalam waktu (biasanya merupakan rangkaian nada tertinggi dalam akord-akord tersebut).</p>
<h2><span class="mw-headline">Harmoni</span></h2>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Harmoni_%28musik%29&amp;action=edit" title="Harmoni (musik)" class="new">Harmoni</a> secara umum dapat dikatakan sebagai kejadian dua atau lebih nada dengan tinggi berbeda dibunyikan bersamaan, walaupun harmoni juga dapat terjadi bila nada-nada tersebut dibunyikan berurutan (seperti dalam <i><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Arpeggio&amp;action=edit" title="Arpeggio" class="new">arpeggio</a></i>). Harmoni yang terdiri dari tiga atau lebih nada yang dibunyikan bersamaan biasanya disebut <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Akord" title="Akord">akord</a>.</p>
<h2><span class="mw-headline">Notasi</span></h2>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Notasi_musik" title="Notasi musik">Notasi musik</a> merupakan penggambaran tertulis atas musik. Dalam <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Notasi_balok&amp;action=edit" title="Notasi balok" class="new">notasi balok</a>, tinggi nada digambarkan secara vertikal sedangkan waktu (ritme) digambarkan secara horisontal. Kedua unsur tersebut membentuk <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Paranada" title="Paranada">paranada</a>, di samping petunjuk-petunjuk <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nada_dasar&amp;action=edit" title="Nada dasar" class="new">nada dasar</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tempo" title="Tempo">tempo</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dinamika_%28musik%29&amp;action=edit" title="Dinamika (musik)" class="new">dinamika</a>, dan sebagainya.</p>
<p>(Adapted From : <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teori_musik">http://id.wikipedia.org/wiki/Teori_musik</a>)</p>
<p><font size="+1"><b><u>Mengenal Dunia Gitar Klasik</u></b></font></p>
<p align="left">  <b><u>Pengantar</u></b></p>
<p>Gitar adalah alat musik yang paling terkenal di seluruh dunia. Alat musik ini dimainkan dengan cara yang berbeda-beda  menurut tipe atau jenisnya. Di antara sekian banyak tipe gitar, jenis gitar klasik adalah salah satu alat musik yang  digunakan terutama untuk membawakan karya-karya solo musik klasik. Untuk memperoleh deskripsi umum tentang gitar klasik  marilah kita simak sejarah, konstruksi, teknik permainan, sistem pendidikan, dan pemain-pemainnya.</p>
<p><b><u>Sejarah singkat</u></b></p>
<p>Kata ‘gitar’ atau guitar dalam bahasa Inggris, pada mulanya diambil dari nama alat musik petik kuno di wilayah Persia pada  kira-kira tahun 1500 SM yang dikenal sebagai citar atau sehtar. Alat musik ini kemudian berkembang menjadi berbagai macam  model gitar kuno yang dikenal dengan istilah umum tanbur. Pada tahun 300 SM Tanbur Persia dikembangkan oleh bangsa Yunani  dan enam abad kemudian oleh bangsa Romawi (Bellow, 1970:54-55). Pada tahun 476M alat musik ini dibawa oleh bangsa Romawi ke  Spanyol dan bertransformasi menjadi: (1) guitarra Morisca yang berfungsi sebagai pembawa melodi, dan (2) Guitarra Latina  untuk memainkan akor. Tiga abad kemudian bangsa Arab membawa semacam gitar gambus dengan sebutan al ud ke Spanyol  (Summerfield, 1982:12). Berdasarkan konstruksi al ud Arab dan kedua model gitar dari Romawi tersebut, bangsa Spanyol  kemudian membuat alat musiknya sendiri yang disebut vihuela. Sebagai hasilnya, vihuela menjadi populer di Spanyol sementara  alat-alat musik pendahulunya sedikit demi sedikit ditinggalkan. Walaupun demikian al ud dibawa orang ke negara-negara Eropa  Barat dan menyaingi popularitas vihuela di Spanyol. Di Eropa al ud disambut dengan baik dan berkembang menjadi berbagai  model lute Eropa hingga kira-kira akhir abad ke-17. Sementara itu vihuela berkembang terus menjadi berbagai macam gitar  selama berabad-abad hingga akhirnya menjadi gitar klasik yang digunakan pada saat ini.</p>
<p>(pembahasan khusus mengenai awal mula gitar silahkan KLIK <a href="http://www.gitaris.com/SejarahGitar.p">DISINI</a>.</p>
<p><b><u>Konstruksi Gitar Klasik</u></b></p>
<p><img src="http://gitaris.com/images/artikel/mdgk1.jpg" alt="Bagian-bagian gitar" align="left" border="1" hspace="5" />  Tubuh gitar klasik terdiri dari tiga bagian utama yaitu kepala, leher dan badan. Pada bagian kepala terdapat mesin penala  dawai. Dawai gitar yang berjumlah enam utas masing-masing diikatkan pada enam buah pasak yang merupakan bagian dari mesin  penala. Bagian leher terdapat di antara kepala dan badan. Bagian muka leher yang masuk hingga kira-kira seperempat papan  muka dari badan gitar, merupakan papan jari yang memiliki 19 pembatas dari logam yang dikenal dengan sebutan fret.  Fungsinya adalah untuk memproduksi tingkat ketinggian nada yang berbeda dengan jalan menempatkan jari-jari pada ruang-ruang  di antara logam-logam fret. Bagian badan gitar berfungsi sebagai tabung resonator untuk memperbesar bunyi yang dihasilkan  oleh getaran dawai. Papan muka pada badan gitar yang bahan kayunya lebih tipis dibanding papan belakang dan samping,  disebut juga sebagai papan suara. Pada papan suara terdapat lobang suara untuk mengeluarkan hasil produksi bunyi. Pada  dasarnya bunyi gitar dihasilkan oleh getaran dawai-dawai yang terentang di antara batang penyanggah dawai yang merupakan  pembatas antara kepala dan leher (disebut nut) dengan gading pembatas (disebut bridge) pada pangkal pengikat dawai di atas  papan suara (disebut base).</p>
<p><b><u>Teknik Umum Permainan Gitar</u></b></p>
<p>Teknik umum yang digunakan dalam membawakan gitar klasik meliputi cara memegang dan cara memainkan. Gitar dipegang dengan  pertolongan footstool, yaitu alat penyanggah kaki yang dapat diatur tingkat ketinggiannya. Dalam keadaan duduk di atas  kursi tanpa lengan, kaki kiri menginjak footstool sementara gitar diletakkan di atas paha kiri. Dalam posisi ini, di  samping bagian atas paha kiri, ada tiga tempat lain pada tubuh pemain yang menahan kemantapan posisi gitar:<br />
(1) bagian dada,<br />
(2) titik tumpuan lengan kanan di antara pergelangan dan sikut, dan<br />
(3) bagian dalam paha kanan.</p>
<p>Dalam kurun waktu sekitar lima tahun terakhir telah diproduksi berbagai alat lain sebagai alternatif dari footstool seperti  misalnya guitar rest oleh Wolf Orchestral Accessories, dan A Frame™ oleh Sageworks – keduanya buatan Amerika. Dengan  peralatan baru semacam ini kaki kiri dapat tetap menginjak lantai sehingga pemain merasa lebih rileks dan berkonsentrasi  terhadap musik yang sedang dibawakan.</p>
<p><img src="http://gitaris.com/images/artikel/apoyando.jpg" alt="Apoyando" align="right" border="1" hspace="5" />  Dawai-dawai gitar dipetik oleh jari-jari tangan kanan dengan dua cara. Yang pertama disebut apoyando (diambil dari bahasa  Spanyol) yang dilakukan dengan petikan jari yang gerakannya berhenti ketika menyentuh dawai berikutnya di atas dawai yang  sedang dipetik. Teknik ini akan memproduksi sebuah nada tunggal yang berat atau mantap sehingga penggunaannya yang lebih  tepat untuk membawakan melodi. Teknik yang kedua disebut al ayre yang diterapkan dengan cara menghindari dawai berikutnya  di atas dawai yang dipetik. Petikan ini menghasilkan suara yang ringan dan memungkinkan jari-jari untuk membunyikan  beberapa nada secara simultan. Dengan demikian petikan al ayre lebih sering digunakan untuk membawakan bagian-bagian akor  (chordal passages) dan arpeggio (broken chord).</p>
<p>Tingkat ketinggian nada (pitch) diproduksi dengan dua cara dan kombinasi di antara keduanya. Cara pertama adalah sebagaimana  telah disinggung dalam pembahasan tentang fingerboard dimuka, ketinggian nada-nada dihasilkan dengan cara menempatkan  jari-jari kiri pada petak-petak fingerboard dengan gerakan horizontal. Cara kedua adalah dengan petikan jari-jari tangan  kanan yang melintasi keenam dawai secara vertikal. Dawai gitar teratas memiliki tingkat ketinggian nada yang paling rendah,  demikian secara berurutan ke bawah memiliki tingkat ketinggian yang lebih tinggi. Dengan demikian, pada cara pertama  tingkat ketinggan nada diproduksi dengan gerakan ke kiri untuk memperoleh nada-nada rendah dan ke kekanan untuk nada-nada  atas. Sedangkan pada cara yang kedua gerakan jari keatas untuk menghasilkan nada-nada yang rendah dan ke bawah untuk  menghasilkan nada-nada yang tinggi.</p>
<p><b><u>Sistem Tingkat Ketrampilan Gitar Klasik</u></b></p>
<p>Hingga saat ini dalam pendidikan musik terdapat berbagai sistem tingkat ketrampilan gitar klasik (grading system) dengan  konsep yang kurang lebih sama secara umum di seluruh dunia. Di antara perbedaan-perbedaan yang ada biasanya terjadi pada  penggunaan repertoar untuk tingkat-tingkat tertentu. Pada saat ini grading sistem diterapkan secara murni oleh badan-badan  penguji musik internasional, misalnya Yamaha Music Foundation (Jepang), Australian Music Examination Board (AMEB),  Associated Boards of School of Music (Inggris) dan Trinity College (Inggris). Walaupun demikian sistem tingkat ketrampilan  tersebut diterapkan secara berbeda di perguruan tinggi tergantung dari program studi yang diambil.</p>
<p>Secara umum tingkat-tingkat ketrampilan untuk gitar (demikian pula untuk alat musik lain) dapat dipisahkan ke dalam tiga  kelommpok yaitu tingkat bawah (lower), tingkat atas (higher), dan tingkat diploma. Untuk pemula ditempatkan pada istilah-istilah tingkat yang berbeda seperti tingkat preliminary (AMEB), Initial (Trinity), dan fundamental (Yamaha). Tingkat ketrampilan bawah umumnya mulai dari grade 1 hingga 4 yang kemudian dilanjutkan pada tingkat ketrampilan atas dari  grade 5 hingga 8. Tingkat diploma tersusun secara bervariasi, misalnya, AMEB menyediakan tiga tingkatan diploma sementara  Performance Certificate yang disediakan Trinity Collge kira-kira setingkat dengan diploma pertama AMEB.</p>
<p><b><u>Musik Gitar</u></b></p>
<p>Musik solo untuk gitar klasik secara teknis dapat dibedakan kepada dua jenis komposisi asli untuk gitar dan hasil adaptasi  dari alat musik lain. Hingga saat ini ada dua macam komposisi untuk gitar, yang pertama ialah yang ditulis oleh komponis  gitar dan yang kedua oleh komponis non-gitar. Walaupun umumnya para komponis gitar pada paruh kdua abad ke-19 adalah juga  gitaris yang handal, sejak permulaan abad ke-20 banyak komponis umum (non-gitar) tertarik untuk menulis komposisi asli  untuk gitar. Sebagai contoh komposisi asli yang ditulis oleh komponis gitar misalnya karya-karya dari Fernando Sor,  Francisco Tarrega. Sedangkan yang ditulis oleh komponis non-gitar misalnya dari Frederico Torroba, Joaquin Rodrigo, dan  Manuel de Falla.</p>
<p>Dalam rangka memperkaya repertoar para gitaris telah banyak melakukan upaya penulisan transkripsi untuk gitar dari  instrumn-instrumen lain. Francisco Tarrega (1852-1909) diyakinin sebagai gitaris dan juga komponis pertama dalam upaya ini.  Sebagai hasilnya berbagai karya besar yang pernah ditulis pada masa itu dan masa-masa sebelumnya seperti dari komponis  J.S.Bach, Mozart dan Beethoven, sejak saat itu menjadi bagian dari repertoar gitar.</p>
<p><b><u>Pemain-pemain Gitar Klasik Terpenting</u></b></p>
<p><img src="http://gitaris.com/images/artikel/AndresSegovia.jpg" alt="Andres Segovia" align="left" border="1" hspace="5" />  Hingga saat ini terdapat cukup banyak gitaris-gitaris klasik dari berbagai belahan dunia. Di antaranya yang paling terkenal  ialah gitaris-gitaris legendaris dan berkaliber dunia yaitu :<br />
- Andres Segovia (1893-1987)<br />
- Julian Bream (1933 ~)<br />
- John Williams (1941 ~)<br />
- K. Yamashita (1961 ~)<br />
- Sigfried Behrend (1933-1991)<br />
Di antara mereka, Segovia adalah yang terpenting karena jasanya yang besar dalam perkembangan gitar masa depan gitar klasik  sejak awal abad ke-20. Dengan usahanya yang amat produktif dan kreatif beliau telah membawa gitar menjadi sebuah alat musik  solo standar di samping piano. Kerjasamanya dengan para musisi dan komponis non gitar telah menyebabkan suatu perkembangan  yang drastik pada repertoar gitar. Sejak itu gitar tidak lagi melulu dimainkan solo atau ensambel bersama gitar lain, namun  sebagai solois dalam orkestra dan musik kamar. Hampir semua gitaris terkemuka di abad ke-20 termasuk yang telah disebutkan  dimuka, lahir dari masterklas-masterklas Segovia.</p>
<p><b><u>Penutup</u></b></p>
<p>Jadi dibandingkan dengan jenis gitar yang lain, gitar klasik memiliki perkembangan historis yang lebih panjang dan rumit.  Karena akhirnya gitar klasik berkembang secara terpisah dari gitar-gitar yang lain, bukan hanya karaketristiknya yang  berbeda tapi juga musiknya yang senantiasa didiskusikan dalam arus besar musik klasik. Satu kelemahan gitar klasik  dibandingkan dengan alat musik lain ialah volumenya yang paling lemah. Kemiripan karakteristik gitar dengan piano tentu  saja telah membuat alat musik ini kalah kuat dan produktif dibanding piano. Satu hal lagi tentang kelemahan gitar ialah  bahwa gitar tidak akan pernah menjadi anggota standar orkestra, kecuali sebagai solois. Betapapun juga keunikan gitar telah  menciptakan suatu komunitas khusus di seluruh dunia dimana anggota-anggotanya berkomunikasi melalui berbagai festival dan  kompetisi internasional, konser-konser, internet, berbagai jurnal gitar, dan rekaman-rekaman. Terlebih penting yang perlu  dipertimbangkan ialah bahwa gitar klasik adalah sebuah alternatif instrumen solo yang lebih mudah untuk dipindah-pindahkan  (mobile) dan murah di banding piano.</p>
<p><u>Sumber Tulisan: </u><br />
<i> &#8211; Bellow, Allexander. 1970. The Illustrated History of the Guitar. New York: Colombo Publication.<br />
- Bobri, Vladimir. 1972. The Segovia Tehnique. New York: Macmilan Co.<br />
- Sloane, Irving. 1984. Classical Guitar Construction. New York: Sterling Publishing Co.<br />
- Summerfield, Maurice J. 1982. The Classical Guitar: Its Evolution and its Players since 1800. Gateshead, Tyne and Wear: Ashley Mark Pub. Co.<br />
- Turnbull, Harvey. 1974. The Guitar from the Renasissance to the Present Day. New York: C. Scribner’s Son.</i></p>
<p><b>Hak Cipta pada <a href="http://www.gitaris.com/AndreIndrawan.p" target="_blank">Andre Indrawan</a></b><br />
<b>E-mail :</b> indrawan_andre<b>(at)</b>yahoo.com</p>
<p align="right"><b>Editor :</b> Gugun Arief ( gugunarief<b>(at)</b>yahoo.com )</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/learnthemusic.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/learnthemusic.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/learnthemusic.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/learnthemusic.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/learnthemusic.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/learnthemusic.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/learnthemusic.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/learnthemusic.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/learnthemusic.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/learnthemusic.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/learnthemusic.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/learnthemusic.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/learnthemusic.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/learnthemusic.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/learnthemusic.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/learnthemusic.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=learnthemusic.wordpress.com&amp;blog=2612281&amp;post=3&amp;subd=learnthemusic&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://learnthemusic.wordpress.com/2008/02/01/teory-of-music/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e91323089d220bf712eab7ed018e42b4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">didin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gitaris.com/images/artikel/mdgk1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Bagian-bagian gitar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gitaris.com/images/artikel/apoyando.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Apoyando</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gitaris.com/images/artikel/AndresSegovia.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Andres Segovia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://learnthemusic.wordpress.com/2008/01/25/hello-world/</link>
		<comments>http://learnthemusic.wordpress.com/2008/01/25/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jan 2008 03:27:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>johnpetteruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=learnthemusic.wordpress.com&amp;blog=2612281&amp;post=1&amp;subd=learnthemusic&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/learnthemusic.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/learnthemusic.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/learnthemusic.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/learnthemusic.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/learnthemusic.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/learnthemusic.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/learnthemusic.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/learnthemusic.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/learnthemusic.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/learnthemusic.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/learnthemusic.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/learnthemusic.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/learnthemusic.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/learnthemusic.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/learnthemusic.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/learnthemusic.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=learnthemusic.wordpress.com&amp;blog=2612281&amp;post=1&amp;subd=learnthemusic&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://learnthemusic.wordpress.com/2008/01/25/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e91323089d220bf712eab7ed018e42b4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">didin</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
